![](https://static.wixstatic.com/media/a27d24_9a5c91f3304244619a44c27e25e47a3c~mv2.jpeg/v1/fill/w_980,h_946,al_c,q_85,usm_0.66_1.00_0.01,enc_avif,quality_auto/a27d24_9a5c91f3304244619a44c27e25e47a3c~mv2.jpeg)
Satu lagi mahasiswi Universitas Mercu Buana Bekasi yang kembali berprestasi di ajang internasional. Kali ini persembahan medali silver oleh Ilsa Anola dari FDSK angkatan 2014.
Beberapa waktu lalu, mahasiswi yang biasa dipanggil Ilsa ini mengikuti ajang Internasional WYIE (World Young Inventors Exhibition) 2019 di Kuala Lumpur Malaysia pada tanggal 2-4 Mei 2019. Inovasi yang dibawa oleh Ilsa Anola yang mewakili Universitas Mercu Buana adalah produk yang di desain sendiri dengan judul “Slicer Fruit, Slutee It” yang termasuk dalam kategori produk industri.
![](https://static.wixstatic.com/media/a27d24_c6c9b5284ee345b79b2312c101d132e8~mv2_d_5184_3456_s_4_2.jpg/v1/fill/w_980,h_653,al_c,q_85,usm_0.66_1.00_0.01,enc_avif,quality_auto/a27d24_c6c9b5284ee345b79b2312c101d132e8~mv2_d_5184_3456_s_4_2.jpg)
Pada ajang WYIE kali ini, Ilsa Anola Tiyama mendapatkan medali silver untuk kategori produk industri dan mendapatkan Special Awards berupa Gold Medals dari WIIPA (World Invention Intellectual Property Associations), asosiasi dari negara Taiwan.
![](https://static.wixstatic.com/media/a27d24_75259c6b5b8d4670adfc666076819f25~mv2_d_5184_2912_s_4_2.jpg/v1/fill/w_980,h_550,al_c,q_85,usm_0.66_1.00_0.01,enc_avif,quality_auto/a27d24_75259c6b5b8d4670adfc666076819f25~mv2_d_5184_2912_s_4_2.jpg)
Kami berkesempatan untuk mewawancarai Ilsa Anola terkait prestasi dan produknya yang berhasil mengharumkan nama UMB di ajang internasional bergengsi tersebut.
“Awalnya produk ini buat tugas akhir (TA) aku. Tapi kebetulan selesai sidang, diajak buat ikut lomba. Awalnya ikut IYIA 2018 di Bali dan menang dapat emas, tahun ini dikasih kesempatan lagi buat ikut lomba di Malaysia dan dapat dua medali,” tuturnya kepada kami.
Ia menjelaskan kalau inspirasinya ini berasal dari kebutuhan para koki yang diharuskan memotong buah untuk salad secara simetris dan agar tahan lama.
“Untuk bahannya, aku pakai stainless steel kelas 2. Aku pakai yang awet dan anti karat serta tajam. Bahannya ini bisa sampai 25 tahun nggak perlu diasah,” katanya.
![](https://static.wixstatic.com/media/a27d24_5d7a21ec26de431593c42ff8c5be1155~mv2_d_5184_3456_s_4_2.jpg/v1/fill/w_980,h_653,al_c,q_85,usm_0.66_1.00_0.01,enc_avif,quality_auto/a27d24_5d7a21ec26de431593c42ff8c5be1155~mv2_d_5184_3456_s_4_2.jpg)
Dalam risetnya, Ilsa sampai mengunjungi banyak sekali workshop yang bisa membuat produk yang ia mau. Tentu dengan biaya yang tidak sedikit. Saat itu, harga produknya dibandrol sampai tiga juta rupiah untuk satu buah, belum lagi ditambah jasa workshop dengan total sampai lima juta rupiah. “Alhamdulillah, selesai dalam waktu dua bulan,” katanya sambil menutup ceritanya kepada kami.
Saat ini, Slutee It sudah diproduksi secara internal sebanyak 10 buah dan sedang dalam proses pematenan yang didaftarkan ke KEMENKUMHAM (Hak Paten). Menurut perkiraannya, jika produknya sudah bisa diproduksi secara massal, mungkin harganya sekitar Rp. 300.000.
Untuk target pasarnya, Ilsa menargetkan produknya untuk para koki dan kebutuhan rumah tangga. Tentunya, ia juga akan terus mengembangkan produknya agar tidak kalah bersaing dengan produk di pasaran.
Penulis & Pewawancara : Mia
Data : Ayu
Narasumber : Ilsa Anola
Dokumentasi : Raka
Comments